Bali Menggeser London sebagai Destinasi Wisata

Bali telah menggeser London sebagai destinasi terbaik di dunia. Begitulah kiranya yang disebutkan oleh website di amerika yakni American Online (aol.com). Tak hanya itu, Trip Advisor bahkan menobatkan Bali sebagai The World’s Best Destination pada 21 Maret 2017 lalu. Melihat pencapaian tersebut, apakah hal ini juga berdampak lurus dengan daya saing pariwisatanya, khususnya daya saing pariwisata Indonesia sendiri?

Seperti yang dipaparkan oleh Arief Yahya selaku Mentri Pariwisata Indonesia pada 2016 kemarin, daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global kini sudah berada di ranking 50 yang semulanya berada pada posisi ke-70. Terus berbenah diri, dia juga menambahkan bahwa Indonesia pada 2019 menargetkan untuk dapat menempati posisi di ranking 30 dunia.

Tak perlu menunggu hingga 2019, fakta mengejutkan menunjukkan bahwa tahun ini seperti yang dilansir oleh kabare.com, daya saing pariwisata sudah meroket naik ke posisi 30 di dunia. Hal ini dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir, Kemenpar terus menggenjot promosi Wonderful Indonesia. Tak hanya itu, mereka juga membangun infrastruktur pariwisata nasional agar bisa terhubung satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Perkembangan Wisata Pulau Tidung bagi Masyarakat

Sebagaimana hasil laporan World Economic Forum (Travel and Tourism Competitivenes Report) 2015 silam bahwa untuk mencapai ranking 30 dunia, kita harus memperbaiki segala infrastruktur pariwisata.“Kita harus pastikan untuk memperbaiki kekurangan dalam hal infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, health and hygiene, dan aksesibilitas khususnya konektivitas penerbangan, kapasitas kursi dan penerbangan langsung,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Andil Besar Kementrian Pariwisata

Hal ini merupakan kesuksesan kedua yang dicapai oleh Arief Yahya setelah 2015 lalu mendongkrak posisi Indonesia dari posisi 70 besar ke peringkat 50. “Terima kasih, ini berkat support dan komitmen Presiden Joko Widodo yang menempatkan sektor pariwisata sebagai prioritas utama, leading sector, dan sekaligus menjadikan core economy bangsa Indonesia!” Pungkas Arief Yahya.

Seperti yang dijelaskan oleh Plt Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Hariyanto bahwa kenaikan peringkat dan pengembangan pariwisata ini merupakan lantaran keberpihakan dan keseriusan pemerintah membenahi pariwisata Indonesia. “Itulah mengapa Menpar Arief Yahya menempa jajaran di Kemenpar dengan spirit dan corporate culture: solid, speed, and smart” ujar Hariyanto.

Jurus 3S ini dianggap Arief Yahya sebagai syarat untuk menjadi pemenang. Hal ini dikarenakan, dibutuhkan kekompakan (solid), kecepatan (speed) dalam berfikir, memutuskan, dan kecepatan dalam masuk ke pasar dengan menyederhanakan kesulitan-kesulitan yang ada, serta bagaimana berpikir, bersikap, dan bertindak secara cerdas (smart) supaya bisa memaksimalkan kekompakan dan juga kecepatan untuk menjadi pemenang.

Haryanto menambahkan bahwa poin penting dari kenaikan indeks ini setidaknya ada tiga hal. Pertama confidence, kedua kredibel, dan ketiga yaitu calibration. Kepercayaan diri ini penting, mengingat Kemenpar sudah membuktikan Wonderful Indonesia selalu juara.

Sedangkan kredibilitas pariwisata Indonesia ini dilihat melalui beberapa indikator yang semuanya juga sudah meningkat yakni dalam hal healty and hygiene, international openess, priorization travel and tourism, environment sustainability, air transport infrastructure, ground and port infrastructure, tourism service infrastructure dan natural resources. Sementara calibration yaitu Pariwisata Indonesia saat ini sudah terhubung satu sama lain sehingga mendorong banyak turis mau berdatangan ke Indonesia.

Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/04/23/terus-naik-daya-saing-pariwisata-indonesia-peringkat-30-dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *